Monday, October 24, 2016

Filled Under: ,

Cara Nabi Isa Menghidupkan Orang Mati

Cara Nabi Isa Alaihis Salam Menghidupkan Orang Mati - Para nabi dan Rasul merupakan manusia-manusia pilihan Allah yang tentu saja memiliki keistimewaan serta kekhususan dari Allah yang tidak dimiliki manusia biasa lainnya. Terlebih lagi kanjeng Rasul Muhammad Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam, seorang manusia pilihan, kekasih Allah yang paling dikasihi dan seorang Sayyidul Anbiya' Wal Mursalin yang tentu saja merupakan sosok yang sangat mulia dan memiliki keistimewaan paling agung dibandingkan nabi dan rasul lainnya. Begitu pula dengan sosok nabiyullah Isa Alaihis Salaam. Sebagai seorang nabi dan rasul, utusan Allah, beliau juga memiliki keistimewaan dan kekhususan yang tidak dimiliki manusia kebanyakan. Diantara kekhususan dan keistimewaan yang telah diberikan Allah kepada beliau adalah wahyu berupa kitab Injil yang menjadi pedoman hidup serta petunjuk ke jalan yang benar yang harus dipegang oleh umat beriman pada masa beliau. Siapapun yang mengingkari wahyu injil pada masa itu, maka ia akan termasuk ke dalam golongan orang yang merugi di dunia dan akhirat. Demikian sebaliknya, siapapun yang pada masa itu beriman kepada nabiyullah Isa dan beriman kepada kitab Injil serta mengamalkan isi kandungannya maka ia akan bahagia dan beruntung dunia akhirat. 
Cara Nabi Isa Menghidupkan Orang Mati

Selain seorang utusan Allah yang mendapatkan wahyu berupa kitab injil, Nabiyullah Isa alaihis Salaam juga memiliki keistimewaan atau mukjizat lainnya, diantaranya yaitu mampu menghidupkan orang mati dengan izin Allah. Salah satu orang mati yang pernah dihidupkan oleh nabiyullah Isa Alaihis Salaam adalah nabiyullah Uzair alaihis salaam. Kisahnya, waktu itu orang-orang Yahudi mengkultuskan nabiyullah UZair dengan menganggapnya sebagai seorang anak Allah. Tentu saja hal ini menjadi tugas nabi Isa alaihis Salaam untuk meluruskan pemahaman orang Yahudi yang sangat menyimpang dari ketauhidan tersebut. Walhasil mereka kemudian nabi Isa mengajak mereka untuk masuk Islam dan mentauhidkan Allah ta'ala. Dengan kesombongannya orang-orang Yahudi pun menantang nabi Isa untuk menghidupkan nabi UZair. Apabila mampu menghidupkannya mereka berjanji akan beriman kepada nabi Isa dan tidak akan menjadikan nabi Uzair sebagai anak Allah. Akhirnya nabi Isa menyanggupi hal tersebut. Beliau kemudian pergi menuju makam nabi Uzair dengan diikuti oleh orang-orang Yahudi. Sesampainya di depan makam, beliau berdoa sejenak memohon kepada Allah agar kiranya berkenan menghidupkan nabi Uzair. Allah pun mengabulkan doa nabi Isa. Makam nabi Uzair pun merekah dan keluarlah beliau dari dalam kubur dalam keadaan rambutnya beruban semua. Orang Yahudi pun heran dengan keadaan nabi Uzair tersebut, dan bertanya mengapa rambut beliau berwarna putih semua.

Nabi Uzair kemudian menjawab, "Aku mendengar suara yang memanggilku. Aku kira kiamat sudah datang, karenanya aku merasa sangat takut sekali sehingga menyebabkan rambutku beruban. Ternyata yang memanggilku adalah Isa bin Maryam."

Kemudian nabi Uzair dengan raut muka yang sedikit tidak ridha segera bertanya kepada nabi Isa bin Maryam, "Wahai Isa bin Maryam, kenapa engkau membangkitkan aku ?"

Nabi Isa kemudian menjawab, "Wahai nabiyullah Uzair, aku membangkitkan anda karena diminta oleh umat anda, kaum Yahudi. Mereka telah menganggap anda sebagai anak Allah. Mereka tidak akan beriman kepada risalah yang aku bawa kecuali apabila aku sanggup menghidupkan anda lagi dan anda sendiri yang memerintahkan mereka untuk mengikuti risalahku."

Dengan nada marah nabi Uzair pun menjawab, "Wahai orang-orang Yahudi, berimanlah kalian semua kepada nabi Isa alaihis Salaam. Ia merupakan utusan Allah yang membawa kebenaran."

Akhirnya orang-orang Yahudi banyak yang beriman kepada nabi ISa. Adapun nabi Uzair alaihis Salaam memohon kepada Allah untuk dimatikan lagi dan akhirnya dengan izin allah beliau dimatikan dan dikuburkan seperti sedia kala. 

Nah, demikianlah sedikit kisah nabi Isa yang mampu menghidupkan orang mati, salah satunya menghidupkan nabi UZair.

Pertanyaannya kemudian, Dengan amalan apa nabi ISa menghidupkan orang mati ? Jawabannya dapat kita simak dalam kitab Syamsul Maarif al--Kubra halaman 54 berikut ini:

Diriwayatkan dari Abu Hudzail radhiyallaahu 'anhu beliau berkata, "Adalah nabiyullah Isa alaihis salaam apabila ingin menghidupkan orang mati maka beliau terlebih dahulu shalat dua rakaat. setelah selesai kemudian sujud dan berdoa dengan doa berikut ini, yaitu: 

يَا قَدِيْمُ يَا دَائِمُ يَا اَحَدُ يَا وَاحِدُ يَا صَمَدُ

YAA QADIIMU YAA DAAIMU YAA AHDU YAA WAAHIDU YAA SHAMADU

Imam Muqathil bin Sulaiman radhiyallahu 'anhu berkata, "Selama 40 tahun penuh Aku mencari-cari asmak yang digunakan oleh Nabiyullah Isa alaihis salaam untuk menghidupkan orang mati. Akhirnya aku menemukan asmak tersebut pada seorang lelaki diantara ahli ilmu yang asmak tersebut sesuai dengan asmak di atas. Beliau  berkata, "Barangsiapa yang berdoa kepada Allah dengan asmak tersebut pada shalat subuh sebanyak 100 kali, kemudian menyebutkan apapun yang menjadi hajatnya maka akan dikabulkan oleh Allah. Barangsiapa ingin menghancurkan orang dzalim maka Sholat subuhlah kemudian bacalah: 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. وَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ يَا قَدِيْمُ يَا دَائِمُ يَا فَرْدُ يَا وِتْرُ يَا اَحَدُ يَا صَمَدُ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَا كَرِيْمُ يَا رَحِيْمُ يَا سَنَدَ مَنْ لَا سَنَدَ لَهُ يَا مَنْ اِلَيْهِ المُسْتَنَدُ يَا مَنْ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا اَحَدٌ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ 100

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL 'ALIYYIL 'ADZIIM YAA QODIIMU YAA DAIMU YAA FARDU YAA WITRU YAA AHADU YAA SHOMADU YAA HAYYU YAA QAYYUMU YAA KARIMU YAA RAHIIMU YAA SANADA MAN LAA SANADA LAH YAA MAN ILAIHIL MUSTANADU YAA MAN LAM YALID WA LAM YUULAD WA LAM YAKUN LAHUU KUFUWAN AHAD YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAM 100X

kemudian utarakan yang menjadi hajatnya kepada Allah. Maka seketika itu juga akan dikabulkan, biidznillah, khususnya yang terkait dengan urusan menghancurkan orang dzolim. (Pesan saya, pergunakan dengan bijak, pen)

KITAB SYAMSUL MAARIF KUBRO HALAMAN 54


 

5 komentar: