Thursday, March 24, 2016

Filled Under:

Kasyaf atau Mukasyafah dalam Perspektif Islam

Misteri Mukasyafah
Ilmu Kasyaf - Ilmu Mukasyafah - Membuka Misteri Kasyaf - Pengertian Mukasyafah atau Kasyaf dalam Tasawuf/Islam - Istilah mukasyafah apabila dilihat dari segi kebahasaan maka ia memiliki arti terbuka tirai. Adapun dari segi istilah mukasyafah memiliki beberapa definisi sesuai dengan pendapat masing-masing dari ulama. Diantara definisi tentang mukasyafah adalah sebagai berikut:

عِلْمُ المُكَاشَفَةِ وَهُوَ نُوْرٌ يَظْهَرُ فِي القَلْبِ عِنْدَ تَزْكِيَةٍ فَتَظْهَرُ بِهِ المَعَانِي المُجْمَلَة فَتَحْصُلُ لَهُ المَعْرِفَةُ بِا للهِ تَعَالَي وَاَسْمَائِهِ وَ صِفَاتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَتَنْكَشِفُ لَهُ الأَسْتَارُ عَنْ مُخْبِئَاتِ الأَسْرَارِ

Artinya:

"Ilmu Mukasyafah merupakan cahaya atau nur yang tampak nyata dalam qalbu ketika pemberishannya, maka tampaklah di dalam qalbu tersebut al-ma'ani al-mujmalah atau makna-makna yang menyeluruh yang merupakan hasil dari makrifatullah, asma'Nya, shifat-Nya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan terbukalah baginya segala penutup dari segala rahasia-rahasi yang tersembunyi."

Adapula yang menjelaskan sebagai berikut:

اِعْلَمْ اَنَّ عِلْمَ المُكَاشَفَةِ هُوَ العِلْمُ بِا للهِ عَزَّ وَجَلَّ الدَّالُ عَلَيْهِ الرَّادُّ اِلَيْهِ الشَّاهِدُ بِالتَّوْحِيْدِ لَهُ مِنْ عِلْم ِالإِيْمَانِ وَاليَقِيْنِ وَعِلْمِ المَعْرِفَةِ وَذَلِكَ غاَيَةُ العُلُوْمِ كُلِّهَا وَاِلَيْهِ تَنْتَهِي هِمَمُ العَارِفِيْنَ لَا يُوْجَدْ وَرَاءَهُ مَرْمَي الإِنْظَارِ

Artinya:

"Ketahuilah, sesungguhnya ilmu mukasyafah merupakan ilmu dengan Allah azza wa jalla yang menunjukkan sesuatu pemberian orang yang musyahadah dengan ketauhidan yang dimilikinya berdasarkan ilmu keyakinan, iman dan ilmu makrifat. Ilmu mukasyafah adalah puncak segala ilmu, dan ke sana pulalah titik akhir cita-cita orang yang arif. Tidak ada lagi batas pandang sesudah itu."

Ada pula yang menjelaskan sebagai berikut:

وَهَذَا هُوَ العِلْمُ الخَفِيُّ الَّذِي اَرَادَهُ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِقَوْلِهِ: اِنَّ مِنَ العِلْمِ كَهَيْئَةِ المَكْنُوْنِ لَا يَعْرِفُهُ اِلَّا اَهْلَ المَعْرِفَةِ بِاللهِ فَإِذَا نَطَقُوْا بِهِ لَمْ يُجْهِلْهُ اِلَّا اَهْلَ الإِغْتِرَارِ

Artinya:

"Sehubungan dengan hal ini, ilmu mukasyafah adalh ilmu yang teramat halus dan tersembunyi yang dimaksudkan oleh kanjeng rasul MUhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sabdanya, "Sesungguhnya ilmu itu laksana barang berharga yang tersimpan. Tak seorang pun yang dapat memahaminya kecuali golongan arif billah. Maka ketika mereka berbicara di daamnya tidak ada yang menyepelekannya kecuali golongan orang ightirar atau berhati lalai." (Baca Pula: Muraqabah dalam Perspektif Islam).
Dari keterangan di atas, sebatas kalimat terakhir yang perlu digarisbawahi adalah bahwa ketika mukasyafah itu telah menancap dalam diri seorang hamba, maka terbukalah segala  hijab dari segala rahasia-rahasia yang tersembunyi. Hal ini mengisyaratkan bahwa dengan ilmu mukasyafah semua apa yang sebelumnya tersembunyi dan terselubung dalam sebuah rahasia akan nampak jelas dipandang mata. Dengan demikian, ketika seorang hamba telah mencapai pada tingkat mukasyafah ini, maka baginya tidak ada lagi sebuah rahasia yang menyelimuti dalam hatinya. Dengan ilmu mukasyafah ini pula, seseorang akan mengetahui segala rahasia yang ada sebab tidak lagi ada batas pandang yang sanggup dicapai oleh ilmu-ilmu lain selain ilmu mukasyafah. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwasanya ilmu mukasyafah merupakan puncak dari segala ilmu yang ada di dunia ini.

Sebagai suatu ilmu, ilmu mukasyafh sesungguhnya tidak bisa disamakan atas disejajarkan dengan ilmu-ilmu lain, terutama dengan ilmu eksask yang sering kali menandaskan kajiannya pada prinsip obyktif-nasionalis, sistematis dan empiris. Ilmu mukasyafah lain dengan ilmu-ilmu tersebut, hingga imam al-Ghazali menyebut ilmu mukasyafh ini dengan sebutan fauqa thuril 'aqli atau di atas puncak akal. Sementara itu ilmu-ilmu yang lain hanya pada batas sesuatu yang dapat digapai oleh akal. Ilmu mukasyafah hanya bisa didapat melalui nur dari Allah Yang Maha Kuasa Atas Segalanya.

Ilmu mukasyafah ini merupakan nikmat yang sangat besar sekali yang membuat hati para hamba Allah merasakan kenikmatan dan kebahagiaan spiritual yang sangat hebat. Dalam kitab Tafsir Qurthubi dijelaskan sebagai berikut:

فَيُكْشَف ُالحِجَابُ فَيَنْظُرُوا اِلَيْهِ فَوَ اللهِ ماَ اَعْطَاهُمُ اللهُ شَيْئًا اَحَبَّ اِلَيْهِمْ مِنَ النَّظَرِ وَلَا اَقَرُّ لِأَعْيُنِهِمْ

Artinya:

"Maka terbukalah hijab penutup, maka mereka melihat kepadaNya. Kemudian demi Allah, tidaklah Allah memberikan kepada mereka sesuatu yang lebih mereka cintai dari nadzar atau penglihatan tersebut dan tidak ada yang lebih menyenangkan bagi pandangan matanya dari hal tersebut."

Baca Pula:
  1. Bolehkah Merencanakan Masa Depan ?
  2. Lembah-Lembah dalam Ajaran Sufi Aththar
  3. Konsep Makrifatullah Menurut Syaikh Ibn Athaillah As-Sakandari





2 komentar: