Saturday, January 23, 2016

Filled Under: ,

Dzikir Setelah Shalat Beserta Dalil-Dalil Keutamaannya Lengkap

www.majeliswalisongo.com - Wirid Lengkap Setelah Sholat Beserta Dalilnya - Dalil-dalil Wirid atau Dzikir Setelah Salat - Tidak diragukan lagi bahwasanya membaca wirid berisi dzikir-dzikir yang bertujuan untuk mengingat Allah hukumnya sunnah dan merupakan salah satu amalan yang utama, yang telah dicontohkan langsung oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan generasi sesudah beliau dari para sahabat, salafuna ash-Shalih dan para ulama al-'Amilin.
Saking utamanya dzikir sesudah shalat ini, salah satu ulama terbaik umat islam yang bernama Sayyidi Asy-Syaikh Al-Imam Al-Faqih Al-Muhadits Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi ad-Dimasyqi atau yang dikenal dengan nama Imam Nawawi, telah membahas secara khusus mengenai dzikir sesudah shalat dalam kitab beliau berjudul Al-Adzkar Min Kalaamo Sayyidil Abraar Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dengan bab khusus berjudul Bab al-Adzkar Ba'da Ash-Shalaat. Dan berikut ini admin sajikan penjelasan Sayyidi Al-Imam An-Nawawi tentang dalil-dalil keutamaan dzikir sesudah shalat. 



Artinya:

"Bab Adzkar ba'da Shalat. Para ulama telah berijma' atau berepakat atas mustahabnya dzikir setelah shalat. Telah datang hadits-hadist shahih yang banyak yang menerangkan dan membahas berbagai macam dzikir setelah shalat. Maka kami akan menyebutkan sebagian yang penting."




Artinya:

"Kami telah meriwayatkan dalam kitabnya Imam At-Turmudzi, dari Abi Umamah Radhiyallaahu 'Anhu, beliau berkata, "Dikatakan kepada kanjeng Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, "Doa apa yang paling didengar (oleh Allah)?" Kanjeng Rasul Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menjawab, "Doa yang diamalkan di tengah malam yang terakhir, dan doa yang diamalkan setelah selesai shalat maktubah atau shalat wajib. Imam At-Turmudzi berkata, "Hadits ini hadits hasan."


Artinya:

"Dan kita telah meriwayatkan dalam kitab dua kitab Shahih, yaitu Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, dari Ibn Abbas Radhiyallaahu 'Anhuma beliau berkata, "Aku mengetahui selesainya shalat kanjeng Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam dengan seruan takbir." Dalam riwayat muslim disebutkan dengan kata "Kunna". Dan dalam riwayat disebutkan, "Shahihaihima".

 
Artinya:

"Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhuma, Sesungguhnya meninggikan atau mengeraskan suara dengan dzikir tatkala manusia selesai melaksanakan shalat maktubah merupakan amaliyah yang telah ada di masa kanjeng Rasul Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. dan Ibnu Abbas Radhiyallaahu 'Anhuma berkata, "Aku mengetahu jika kaum muslimin selesai selesai shalat dengan mendengar suara takbir tersebut." 
 


Artinya:

"Dan kami telah meriwayatkan dalam kitab Shahih Muslim dari sahabat Tsauban Radhiyallaahu 'Anhu, beliau berkata, "Adalah kanjeng Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam apabila beliau selesai dari mendirikan shalatnya, maka beliau beristighfar memohon ampun kepada Allah sebanyak 3 kali, kemudian beliau berdoa, "Allaahumma Anta as-Salaam wa minka as-Salaam tabaarakta yaa dzal Jalaali Wal Ikraam" (Ya Allah, Engkau adalah As-Salaam, dan dari-Mulah keselamatan, bertambah berkah Engkau Wahai Dzat Yang Mempunyai Keagungan dan Kemuliaan)." 


Artinya:

"Dikatakan kepada Al-Auza'i, dan beliau merupakan salah satu perawi hadits ini, "Bagaimana istighfarnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam?" Al-Auzai berkata, "Engkau berkata, "Astaghfirullah, Astaghfirullah."


Artinya:

"Kami telah meriwayatkan dalam kitab Shahih al-Bukhari dan Muslim dari Al-Mughirah bin Syu'bah Radhiyallaahu 'Anhu, sesungguhnya kanjeng Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam apabila selesai dari mendirikan shalat dan salam maka beliau membaca: Laa Ilaaha Illallaahu Wahdahu Laa Syariika Lah, Lahul Mulku Walahul Hamdu Wa Huwa 'Alaa Kulli Sayi'in Qadiir. Allaahumma Laa Maani'a Limaa A'thaita wa Laa Mu'thiya Limaa Mana'ta wa Laa Yanfa'u Dzal Jaddi Minkal Jaddu" (Tiada Tuhan selain Allah, tida sekutu bagiNya, hanya bagiNya kerajaan hanya bagiNya setiap pujian, dan Ia Maha Kuasa atas Segala Sesuatu. Ya Allah, tiada yang dapat mencegah sesuatu yang Engkau berikan, tiada yang memberi sesuatu yang Engkau cegah dan tiada bermanfaat kepada pemilik kekayaan dari (siksa)Mu kekayaannya."


Artinya:

"Dan kami telah meriwayatkan dalam kitab Shahih Muslim, dari Sahabat Abdullah bin Az-Zubair Radhiyallahu 'Anhuma, bahwasanya beliau setelah selesai dari shalat dan salam beliau membaca, "Laa Ilaaha Illallaah Wahdahu Laa Syariika Lah. Lahul Mulku Wa Lahul Hamdu Wa Huwa 'Alaa Kulli Syaiin Qadiir. Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billah. Laa Ilaaha Illallaahu Wa Laa Na'budu Illaa Iyyaah. Lahun Ni'mah Wa Lahul Fadhlu. Walahuts Tsanaa-ul Hasan. Laa Ilaaha Illallaahu Mukhlishiina Lahud Diina Walau Karihal Kaafiruun." (Tiada Tuhan selain Allah, tiada sekutu bagiNya, hanya bagiNya kerajaan, hanya bagiNya setiap ujian, dan Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu, tiada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah, tiada tuhan selain Allah, kami tidak menyembah kecuali kepadaNya, hanya bagiNya kenikmatan, hanya bagiNya anugrah, hanya bagiNya pujian yang bagus, Tiada Tuhan selain Allah, kami memurnikan agama hanya untukNya walaupun orang-orang kafirin membencinya). Ibnu Az-Zubair berkata, "Dan adalah kanjeng Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bertahlil dengan amalan di atas setiap kali selesai shalat."


Artiinya: 

"Kami telah meriwayatkan dalam kitab Shahih Al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah Radhiyallaahu 'Anhu, sesungguhya orang-orang fakir dari kaum Muhajirin datang kepada kanjeng Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Mereka berkata, "Orang-orang kaya banyak pergi dengan membawa derajat yang tinggi dan kenikmatan abadi, mereka shalat sebagaimana kami shalat, puasa sebagaimana kami puasa, akan tetapi mereka memiliki kelebihan dari harta benda yang mana mereka dapat melaksanakan haji dengannya, murah, jihad dan sedekah, maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Aku akan memberi tahukan kepada kalian sesuatu yang dengannya kalian dapat mengejar orang yang telah mendahului kalian dan dapat mendahului orang-orang yang sesudah kalian dan tiada seseorang yang lebih utama dari kalian kecuali orang yang berbuat sama dengan perbuatan kalian. Maka kaum muhajirin berkata, "Baiklah ya Rasulullah." Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Bacalah tasbih, thmid dan takbir sebanyak 33 kali setiap kali selesai shalat." Perawi Abu Shalih berkata dari Abu Hurairah, "Tatkala beliau ditanya tentang kaifiyah atau tata cara dzikirnya, beliau berkata, "Subhanallah, Walhamdulillah, Allaahu Akbar, sehingga dari masing-masing kalimat tersebut diamalkan sebanyak 33 kali." Frasa Ad-Dutsur merupakan jamak dari kata dats yang huruf dal-nya dibaca fathah dan tsa'-nya dibaca sukun. Adapun maknanya adalah "harta benda yang banyak".


Artinya:

"Kami telah meriwayatkan dari kitab Shahih Muslim dari sahabat Ka'b bin 'Ujrah Radhiyallahu 'Anhu, dari kanjeng Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, "Kalimah muaqqibat, tidak rugi orang yang mengamalkannya setiap selesai shalat maktubah atau shalat fardhu, sebanyak 33 kali tasbih, 33 kali tahmid, dan 34 kali takbir."


Artinya:

"Dan kami telah meriwayatkan dalam kitab Shahih Muslim, dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, dari kanjeng Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam beliau bersabda, "Barangsiapa yang bertasbih kepada Allah setiap selesai shalat sebanyak 33x, tahmid 33x, dan takbir 33 kali, lalu menggenapinya dengan membaca Laa Ilaaha Illallaahu Wahdahu Laa Syariika Lah, Lahul Mulku Wa Lahul Hamdu Wa Huwa 'Alaa Kulli Syaiin Qadiir, maka kesalahannya akan diampuna walaupun sebanyak buih di lautan."


Artinya:

"Dan kami telah meriwayatkan dalam kitab Shahih Al-Bukhari dalam  awal daripada kitab al-Jihad, dari Sahabat Said bin Abi Waqas Radhiyallahu 'Anhu, Sesungguhnya kanjeng Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berlindung kepada Allah sesudah selesai dari shalat dengan doa berikut ini, "Allaahumma innii a'udzubika minal jubni wa a'uudzubika an aradda ilaa ardzalil umuri, wa a'udzubika min fitnatid dunya wa a'udzubika min 'adzaabil qabri" (Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari rasa takut, dan aku berlindung kepada Engkau dari dikembalikannya aku kepada umur yang paling rendah, dan aku berlindung kepada Engkau dari fitnah dunia, dan aku berlindung kepada Engkau dari adzab kubur."



Artinya:

"Dan kami telah meriwayatkan dalam kitab Sunan Abu Dawud, At-Turmudzi dan An-Nasa-i, dari Sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'Anhuma, dari kanjeng nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, "Dua perkara yang tiak dijaga oleh hamba muslim kecuali ia akan masuk surga, keduanya sangat mudah, namun demikian yang mengamalkannya sangat sedikit, yaitu pertama: bertasbih kepada Allah ta'ala setiap kali selesai shalat sebanyak 10 kali, tahmid 10 kali, takbir 10 kali. Maka jumlah dari itu tiap shalat fardhu adalah 150 kali dengan lisan dan 1500 kali dalam mizan (timbangan amal). Yang kedua,  bertakbir sebanyak 34 kali ketika akan tidur, tahmid sebanyak 33 kali, tasbih sebanyak 33 kali. Maka jumlahnya tiap shalat fardhu sebanyak 100kali dengan lisan dan menjadi 1000 kali dalam mizan atau timbangan amal. Abdullh bin Amr berkata, "Sungguh aku melihat kanjeng Rasulullah Shallahu 'Alaihi wa Sallam menghitungnya dengan tangannya. Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah bagaimana keduanya mudah tetapi sedikit orang yang mengamalkannya?" Rasulullah bersabda, "Akan mendatangi setiap kalin yakni setan di dalam tidurnya, maka ia akan menidurkannya sebelum ia mengucapkannya, dan setan akan mendatanginya dalam shalatnya, maka ia akan mengingatkan kebutuhannya sebelum ia mengucapkannya. Hadits ini sanadnya shahih, hanya saja ada rawi yang bernama Atha' bin As-Saib, ia diperselisihkan sebab hadits atau riwayatnya ikhtilath atau tercamput. Namun demikain Ayub As-Sikhtiyani telah mengisyaratkan keshahihan hadits ini."


Artinya:

"Dan kami telah meriwayatkan dalam kitab Sunan Abu Dawud , At-Turmudzi, An-Nasai dan lainnya dari 'Uqbah bin 'Amir Radhiyallahu 'anhu ia berkata: "Kanjeng Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintah kepadaku agar aku mengamalkan dua surat mu'awwidzat setelah setiap sholat. Dalam riwayat Abu Dawud ''surat-surat mu'awwidzat'', maka hendaklah ia (orang yang selesai shalat) membaca surat Qul Huwa Allahu Ahad, surat Qul a'uudzu bi Rabbilfalaq dan surat Qul a'uudzu bi Rabbin-naas."

"Dan kami telah meriwayatkan dengan isnad yang shohih dalam kitab sunan Abu Dawud dan An-Nasaiy dari Mu'adz radliya Allahu 'anh bahwa sesungguhnya Rosulullah sholla Allahu 'alaihi wa sallam memegang dengan tangannya, dan beliau bersabda: Wahai Mu'adz demi Allah sesungguhnya aku mencintaimu. Kemudian Nabi sholla Allahu 'alaihi wa sallam bersabda: Aku berpesan kepadamu wahai Mu'adz, sungguh janganlah engkau meninggalkan berdo'a setelah sholat ''Ya Allah tolonglah aku atas ingat kepadaMu, bersyukur kepadaMu dan baik dalam beribadah kepadaMu'."

"Dan kami telah meriwayatkan dalam kitabnya Ibnu As-Sunniy dari Anas radliya Allahu 'anhu beliau berkata: Adalah Rosulullah sholla Allahu 'alaihi wa sallam ketika telah menunaikan sholatnya maka beliau mengusap keningnya dengan tangannya yang kanan, kemudian berdo'a ''Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang, Ya Allah hilangkanlah dariku kesusahan dan kesedihan'."

"Dan kami telah meriwayatkan dalam kitabnya Ibnu As-Sunniy dari Abu Umamah Radhiyallaahu 'Anhu beliau berkata: Aku tidak mendekat dari Kanjeng Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di saat setelah shalat maktubah dan sholat sunnat kecuali aku mendengar beliau berdo'a ''(Ya Allah ampunilah untukku dosa-dosaku dan kesalahanku semuanya, Ya Allah semangatkanlah aku, lengkapilah kekuranganku, tunjukkanlah aku kepada amal shalih dan akhlak yang solih, sesungguhnya tidak menunjukkan kepada sholihnya akhlak dan tidak menghindarkan jeleknya akhlak kecuali Engkau."

"Dan kami telah  meriwayatkan dalam kitabnya Ibnu As-Sunniy dari Abu Sa'id al-Khudzriy Radhiyallaahu 'Anhu bahwa sesungguhnya kanjeng Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam jika selesai dari shalatnya, aku tidak tahu sebelum Beliau salam atau sesudahnya, beliau berdo'a ''Maha suci Tuhanmu yang mempunyai kemuliaan (kemenangan) dari apa yang mereka sifati, salam sejahtera atas para Utusan, dan segala puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam."

"Dan kami telah meriwayatkan dalam kitabnya Ibnu As-Sunniy dari Anas Radhiyallaahu 'Anhu beliau berkata : Adalah kanjeng Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdo'a ketika selesai dari shalatnya ''Ya Allah jadikanlah sebaik-baik umurku adalah akhirnya, sebaik-baik amalku adalah akhirnya, dan jadikanlah sebaik-baik hari adalah hari dimana aku menemuiMu."



Artinya:

"Dan kami telah meriwayatkan dalam kitabnya Ibnu As-Sunni dari Abu Bakrah radliya Allahu 'anhu bahwa sesungguhnya Rosulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam berdo'a sesudah shalat dengan do'a berikut ini, ''Ya Allah sesungguhnya aku berlindung denganMu dari kufur, kefakiran dan siksa kubur''.

"Dan kami telah meriwayatkan dalam kitabnya Ibnu As-Sunniy dengan isnad yang lemah dari Fudlolah bin 'Ubaidillah beliau berkata: "Kanjeng Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: Jika salah satu dari kalian sholat (berdo'a) maka hendaklah ia memulai dengan memuji Allah dan memujiNya, kemudian membaca shalawat atas Nabi Shallalahu 'alaihi wa sallam, kemudian berdo'a sesuai dengan kehendaknya."


Teks Arab Lengkap:



بابُ الأذكارِ بعدَ الصَّلاة
أجمع العلماءُ على استحباب الذكر بعد الصلاة وجاءت فيه أحاديث كثيرة صحيحة في أنواع منه متعدّدة فنذكرُ أطرافاً من أهمها :
روينا في كتاب الترمذي عن أبي أمامة رضي اللّه عنه قال :
قيل لرسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم : أيّ الدعاء أسمع ؟ قال : " جَوْفُ اللَّيْلِ الآخِر وَدُبُرُ الصَّلَوَاتِ المَكْتوبات " قال الترمذي : حديث حسن
وروينا في صحيحي البخاري ومسلم عن ابن عباس رضي اللّه عنهما قال :
كنتُ أعرفُ انقضاء صلاة رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم بالتكبير . وفي رواية مسلم " كنّا " وفي رواية في صحيحيهما عن ابن عباس رضي اللّه عنهما : أن رفعَ الصوت بالذكر حين ينصرفُ النَّاسُ من المكتوبة كانَ على عهدِ رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم . وقال ابن عباس : كنتُ أعلمُ إذا انصرفوا بذلك إذا سمعتُه
وروينا في صحيح مسلم عن ثوبان رضي اللّه عنه قال :
كان رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم إذا انصرف من صلاته استغفر ثلاثاً وقال : اللَّهُمَّ أنْتَ السَّلامُ وَمِنْكَ السَّلامُ تَبارَكْتَ يا ذَا الجَلالِ وَالإِكْرامِ " قيل للأوزاعي وهو أحد رواة الحديث : كيف الاستغفار ؟ قال : اسْتَغْفِرُ اللَّهَ أسْتَغْفِرُ اللَّهَ
وروينا في صحيحي البخاري ومسلم عن المغيرة بن شعبة رضي اللّه عنه :
أن رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم كان إذا فرغ من الصلاة وسلّم قال : " لا إلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ على كُلّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ لا مانِعَ لِمَا أعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلا يَنْفَعُ ذَا الجَدِّ مِنْكَ الجَدُّ "
وروينا في صحيح مسلم عن عبد اللّه بن الزبير رضي اللّه عنهما
أنه كان يقول دُبُرَ كلّ صلاة حين يسلم : " لا إلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحدَهُ لا شَريكَ لَهُ لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَة كُلّ شَيْءٍ قَدِيرٌ لا حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ باللّه لا إِلهَ إِلاَّ اللّه وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إيَّاهُ لَهُ النِّعْمَةُ ولَهُ الفَضْلُ وَلَهُ الثَّناءُ الحَسَنُ لا إلهَ إِلاَّ اللّه مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الكافِرُونَ " قال ابن الزبير : وكان رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم يهلّل بهنّ دُبُرَ كُلِّ صلاة
وروينا في صحيحي البخاري ومسلم عن أبي هريرة رضي اللّه عنه :
أن فقراء المهاجرين أتوا رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم فقالوا : ذهبَ أهل الدُّثُور بالدرجات العُلى والنعيم المقيم يُصَلُّون كما نُصلِّي ويصومون كما نصوم ولهم فضل من أموال يحجّون بها ويعتمرون ويجاهدون ويتصدّقون فقال : " ألا أُعَلِّمُكُمْ شَيْئاً تُدْرِكُونَ بِهِ مَنْ سَبَقَكُمْ وَتَسْبِقُونَ بِهِ مَنْ بَعْدَكُمْ وَلاَ يَكُونُ أحَدٌ أفْضَلَ مِنْكُمْ إِلاَّ مَنْ صَنَع مِثْلَ ما صَنَعْتُمْ ؟ قالوا : بلى يا رسول اللّه قال : تُسَبِّحُونَ وَتَحْمَدُونَ وَتُكَبِّرُونَ خَلْفَ كُلّ صَلاةٍ ثَلاثاً وَثَلاثينَ "
قال أبو صالح الراوي عن أبي هريرة لما سئل عن كيفية ذكره ؟ يقول : سبحان اللَّه والحمدُ للَّه واللَّه أكبر حتى يكون منهنّ كلُّهن ثلاث وثلاثون . الدثور : جمع دَثْر بفتح الدال وإسكان الثاء المثلثة وهو المال الكثير
وروينا في صحيح مسلم عن كعب بن عُجْرَة رضي اللّه عنه
عن رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم قال : " مُعَقِّباتٌ لاَ يَخِيبُ قائِلُهُنَّ أوْ فاعِلُهُنَّ دُبُرَ كُلّ صَلاةٍ مَكْتُوبَةٍ : ثَلاثاً وَثَلاثِينَ تَسْبِيحَةً وَثَلاثاً وَثَلاثِينَ تَحْمِيدَةً وأرْبعاً وَثَلاثِينَ تَكْبِيرةً "
وروينا في صحيح مسلم عن أبي هريرة رضي اللّه عنه
عن رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم قال : " مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ في دُبُرِ كُلِّ صَلاةٍ ثَلاثاً وَثَلاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلاثاً وَثَلاثينَ وكَبَّرَ اللَّهَ ثَلاثاً وَثَلاثِينَ وَقالَ تَمامَ المئة : لا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ له لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ على كُلّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطاياهُ وَإنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ البَحْرِ "
وروينا في صحيح البخاري في أوائل كتاب الجهاد عن سعد بن أبي وقاص رضي اللّه عنه :
أن رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم كان يتعوّذ دُبُرَ الصلاة بهؤلاء الكلمات : " اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الجُبْنِ وَأعُوذُ بِكَ أنْ أُرَدَّ إلى أَرْذَلِ العمُرِ وأعُوذُ بِكَ مِنْ فتْنَةِ الدُّنْيا وأعُوذُ بِكَ منْ عَذَابِ القَبْرِ "
وروينا في سنن أبي داود والترمذي والنسائي عن عبد اللّه بن عمرو رضي اللّه عنهما
عن النبيّ صلى اللّه عليه وسلم قال : " خَصْلَتانِ أوْ خَلَّتانِ لا يُحافِظُ عَلَيْهِمَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ إلاَّ دَخَلَ الجَنَّةَ هُمَا يَسِيرٌ وَمَنْ يَعْمَلُ بِهِمَا قَلِيلٌ : يُسَبِّحُ اللَّهُ تَعالى دُبُرَ كُلّ صَلاةٍ عَشْراً وَيَحْمَدُ عَشْراً ويُكَبِّر عَشْراً فَذَلِكَ خَمْسُونَ ومِئَةٌ باللِّسانِ وألْفٌ وخَمْسُمِئَةٍ في المِيزَاِن . وَيُكَبِّرُ أرْبَعاً وَثَلاثِينَ إذَا أخَذَ مَضْجَعَةُ وَيحْمَدُ ثَلاثاً وَثَلاثينَ وَيُسَبِّحُ ثَلاثاً وَثَلاثينَ فَذَلكَ مِئَةٌ باللِّسانِ وألفٌ بالميزَانِ " . قال : فلقد رأيت رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم يعقدها بيده قالوا : يا رسول اللّه كيف هما يسير ومن يعمل بهما قليل ؟ قال : " يأتِي أحَدَكُمْ يعني الشيطان في مَنامِهِ فَيُنَوِّمُهُ قَبْلَ أنْ يَقُولَهُ ويأتِيهِ في صَلاتِهِ فَيُذَكِّرَهُ حاجَةً قَبْلَ أنْ يَقُولَهَا " إسناده صحيح إلا أن فيه عطاء بن السائب وفيه اختلاف بسبب اختلاطه وقد أشار أيوبُ السختياني إلى صحة حديثه هذا
وروينا في سنن أبي داود والترمذي والنسائي وغيرهم عن عقبة بن عامر رضي اللّه عنه قال :
أمرني رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم أن أقرأ بالمعوّذتين دُبُرَ كل صلاة . وفي رواية أبي داود " بالمعوّذات " فينبغي أن يقرأ : قل هو اللّه أحد وقل أعوذ بربّ الفلق وقل أعوذ بربّ الناس
وروينا بإسناد صحيح في سنن أبي داود والنسائي عن معاذ رضي اللّه عنه :
أن رسولَ اللَّه صلى اللّه عليه وسلم أخذ بيده وقال : " يا مُعَاذُ وَاللَّهِ إِنّي لأُحِبُّكَ فَقالَ : أُوصِيكَ يا مُعاذُ لا تَدَعَنَّ فِي دُبُرِ كُلّ صَلاةٍ تَقُولُ : اللَّهُمَّ أعِنِّي على ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبادَتِكَ "
وروينا في كتاب ابن السنيّ عن أنس رضي اللّه عنه قال :
كانَ رسولُ اللَّه صلى اللّه عليه وسلم إذا قَضى صلاتَه مسحَ جبهتَه بيده اليمنى ثم قال : " أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ اللَّهُ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ اللَّهُمَّ أذْهِبْ عَنِّي الهَمَّ والحزنَ "
وروينا فيه عن أبي أُمامة رضي اللّه عنه قال :
ما دنوتُ من رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم في دُبُر مكتوبة ولا تطوُّع إلا سمعتُه يقول : " اللَّهُمَّ اغْفِرْ لي ذُنُوبي وَخَطايايَ كُلَّها اللَّهُمَّ انْعِشْنِي واجْبُرْنِي وَاهْدِنِي لِصَالِح الأعْمالِ وَالأخْلاقِ إنَّهُ لاَ يَهْدِي لِصَالِحها وَلاَ يَصْرِفُ سَيِّئَها إِلاَّ أَنْتَ "
وروينا فيه عن أبي سعيد الخدريّ رضي اللّه عنه :
أن النبيّ صلى اللّه عليه وسلم كان إذا فرغ من صلاته لا أدري قبل أن يسلِّم أو بعد أن يسلِّم يقول : " سُبْحانَ ربِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ على المُرْسَلِينَ وَالحَمْدُ لِلَّهِ رَبّ العَالَمِينَ "
وروينا فيه عن أَنس رضي اللّه عنه قال :
كان النبي صلى اللّه عليه وسلم يقول إذا انصرف من الصلاة : " اللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عُمُرِي آخِرَهُ وَخَيْرَ عَمَلِي خَواتِمَهُ وَاجْعَلْ خَيْرَ أَيَّامي يَوْمَ ألْقاكَ "
وروينا فيه عن أبي بكرة رضي اللّه عنه :
أن رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم كان يقول في دُبر الصلاة : " اللَّهُمَّ إني أعُوذُ بِكَ مِنَ الكُفْرِ وَالفَقْرِ وَعَذَابِ القَبْرِ "
وروينا فيه بإسناد ضعيف عن فضالة بن عبيد اللّه قال :
قال رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم : " إذَا صَلَّى أحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأ بِتَحْمِيدِ اللَّهِ تَعالى وَالثَّناء عَلَيْهِ ثُمَّ يُصَلِّي على النَّبيّ صلى اللّه عليه وسلم ثُمْ ليَدْعُو بِمَا شَاءَ "


Demikianlah yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat.

Baca Pula:
  1. Shalawat Kubro Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani
  2. Karomah Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani Bertemu Rasulullah
  3. Perjalanan Spiritual Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani



8 komentar:

  1. Saya lebih suka dzikir mas....karna dzikir adalah sesuatu ibadah yg tidak di ketahui siapapun .....dan kapanpun dimanapun bisa....tidak terbatas ruang dan waktu....

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar...alaa bidzikrillah tathmainnul qulub

      Delete
  2. Di zaman sekarang ini Kang website bernuansa islam harus tetap eksis , ciptakan karya2 positif yg berhubungan dgn kaidah kaidah islam.....oky..

    ReplyDelete
    Replies
    1. mohon doanya saja...semoga manfaat dan istiqamah

      Delete
  3. Jangan lupa kang posting awal kejadian manusia dan akhir perjalanan manusia ....pasti seru kang .........saya tunggu ya...matur nuwun kang

    ReplyDelete
    Replies
    1. insya Allah nanti saya kutipkan dri kitab2 ulama kalau diberikan izin oleh Allah..

      Delete