Monday, December 7, 2015

Filled Under:

Al-Hikam: Ikhlas Adalah Ruh Amal

www.majeliswalisongo.com - Al-Hikam: Ikhlas Adalah Ruh Amal - Dalam kitab Al-Hikam, Syaikh Ahmad bin Muhammad Athaillah menjelaskan sebagai berikut:

تَنَوَّعَتْ اَجْنَاسُ الأَعْمَالِ لِتَنَوُّعِ وَارِدَاتِ الأَحْوَالِ الأَعْمَالُ صُوَرٌ قَائِمَةٌ وَاَرْوَاحُهَا وُجُوْدِ سِرِّ الإِخْلَاصِ فِيْهَا

Artinya: Ada beraneka ragam jenis amal menurut situasi dan kondisis yang masuk ke dalam hati manusia. Kerangkanya adalah perbuatan yang jelas, sedangkan ruhnya adlah ikhlas.

Al-Hikam: Ikhlas Adalah Ruh Amal
Penjelasan

Tanda dari semua kemakrifatan dan sifah ihsan kepada Allah tiada lain adalah tekun dan rajin ibadah. Itu semua dilakukan menurut kehendak dan niat si hamba. Memperbanyak amal ibadah juga menurut kemauan dan kemampuan hamba itu sendiri-sendiri. Ada yang bagus shalatnnya, ada yang bagus puasanya, ada yang bagus wiridnya, adapula yang bagus sedekah dan infaknya. Di samping itu ada pula yang tekun membaca al-Quran dan memahami artinya, ada pula yang tekun mempelajari ilmu. (Baca: Al-Hikam: Ma'rifat kepada Allah).

Amal ibadah itu terikat dengan niat seseorang, dan ia berlaku sesuai dengan niat pula. Hasil dari suatu amal ibadah ditentukan oleh bagaimana seseorang menempatkan niat dalam hatinya ketika ia beramal ibadah. Amal ibadah yang kuat tegaknya dan kokoh ikatannya dengan amal ialah dilaksanakan oleh hati yang ikhlas. Karena ikhlas adalah ruh aml, dan ikhlas itu menunjukkan tegaknya iman. Ikhlas beramal menunjukkan bagaimana seorang hamba menyatakan dirinya di hadapan Allah ketika beribadah. Serta menghidupkan ikhlas sebagai salah satu syarat dalam beramal. Amal ibadah yang ikhlas adalah dengan melaksanakan semata-mata karena Allah belaka. Beribadah karena Allah dan memohon pertolongan hanya kepadaNya.

 Dalam al-Quran disebutkan, "Kami tidak menyembah kecuali kepadaMu, dan kami tidak menyekutukan Engkau dalam ibadah kami." Pernyataan ibadah yang ikhlas ini menjadi syarat diterimanya ibadah seorang hamba."

Adapun lawan dari ikhlas itu riya' yang bersifat khafi (ringan) atau jelas-jelas berbuat riya' berat. Sedang sifat riya' akan merusak iman, karena termasuk sifat syirik walaupun ringan. Riya' umumnya melakukan amal ibadah dengan rasa bangga diri dan angkuh. Suka mempertontonkan amal untuk mencari puji sanjungan manusia. Ikhlas yang tidak disertai dengan sifat riya' semata-mata hanya karena Allah ta'ala. (Baca: Al-Hikam: Ketika Doa Tak Kunjung Dijabah Allah).

Amal dalam ikhlas itu ada dua cara. Pertama, beramal karena Allah, tidak ada sandaran amal selain karena Allah ta'ala beaka. Inilah sifat ahli ibadah. Kedua, beribadah atas kehendak Allah sesuai dengan tata tertibnya dan peraturan Allah. Ini adalah sifat hamba.

Imam Abi Qasim Al-Qusyairi menerangkan dua kedudukan ini dengan penjelasan bahwasanya hal ini menunjukkan dua kedudukan yang saling menjelaskan di antara keduanya. Kedua hal ini sebenarnya tidak saling bertentangan, karena yang pertama adalah raganya ibadah, berupa hukum, dan kedua adalah jiwanya ibadah, berupa ikhlas. (Baca: Jangan Sibuk Mencari Rizki, sebab Ini yang Akan Terjadi).


12 komentar:

  1. Segala sesuatu tergantung dari niatnya,,, maka dari itu kita harus sering2 memeriksa hati kita,, apakah sudah iklas atu belum,,, harus mujahadah,, biar bisa memiliki hati ikhlas...

    ReplyDelete
  2. moga ibadah saya senantiasa berdasarkan keikhlasan ya mas..

    ReplyDelete
  3. ya Mas, takjadikan bahan permenungan

    ReplyDelete
  4. kuncinya harus iklhas kalo begitu ya mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar mas rozak...kunci nya adalah keikhlasan :)

      Delete