Sunday, November 29, 2015

Filled Under:

Biografi Lengkap KH. Tubagus Muhammad Falak Bogor

KH. Tubagus Muhammad Falak Bogor
Tubagus Falak Bogor - Biografi KH. Tubagus Muhammad Falak Bogor - Bumi nusantara memang tidak pernah kehabisan para ulama besar yang menonjol dalam berbagai bidang ilmu-ilmu keislaman. Sebagaimana postingan saya beberapa waktu yang lalu tentang Biografi Wali Besar dari Martapura, KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani Atau Tuan Guru Sekumpul yang mutiara kehidupannya bagaikan lautan cahaya yang mampu menerangi siapapun yang bersedia mereguknya. Begitu pula pada kesempatan kali ini saya akan membagikan samuderanya samudera lautan cahaya tadi, yang merupakan salah satu guru dan sumber spiritual dari Tuan Guru Sekumpul yang mana beliau pernah thalabul ilmi kepada beliau ini. Siapa lagi kalau bukan ulama kharismatik asal Bogor, KH. Tubagus Muhammad Falak Bogor. Lalu siapakah ulama besar ini yang merupakan salah satu di antara deretan nama guru spiritual Tuan Guru Sekumpul itu ? Berikut ini admin Majelis Walisongo mempersembahkan sekelumit terkait mutiara kehidupan beliau yang sangat indah sekali untuk kita simak bersama. Selamat menyimak:

Biografi KH. Tubagus Muhammad Falak Bogor


KH. Tubagus Muhammad Falak merupakan seorang ulama besar nan kharismatik yang lahir di Srabi, Pandeglang, Banten pada tahun 1842. Nama kecilnya yaitu Abdul Halim, lalu berganti menjadi Abdul Haris, dan ketika dewasa berganti lagi menjadi Tubagus Muhammad. Adapun gelar "Falak" di belakangnya beliau peroleh dari Syaikh Sayyid Afandi Turuqi, karena beliau dikenal sebagai seorang ulama besar khususnya di bidang ilmu falak. Ayahnya sendiri bernama Kyai Tubagus Abbas yang merupakan seorang pengasuh pondok pesantren dan seorang petani yang sangat giat bekerja. Apabila diruntut silsilah dari Kyai Tubagus Abbas ini, maka bisa sampai kepada Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah. Sedangkan Ibu dari KH. Tubagus Muhammad Falak bernama Ratu Quraisin yang merupakan seorang keturunan kerajaan Banten. 

Melihat sosok kedua orang tuanya ini tidak mengherankan apabila sejak kecil KH. Tubagus Muhammad Falak sudah merasakan lingkungan agamis dan mendapatkan asupan ilmu agama yang mendalam baik dari ayahnya sendiri maupun dari para ulama lain baik di Banten maupun Cirebon. Sedari kecil misalnya, beliau sudah terbiasa belajar ilmu aqidah, ilmu fiqh, hingga bahasa Arab sampai pada umur 15 tahun. Kecerdasan beliau sudah sangat nampak dan membuat kagum masyarakat sekitar. Selain mengenyam pendidikan pesantren, beliau juga membekali diri dengan ilmu beladiri. Untuk masalah satu ini beliau mempercayakan pendidikannya kepada KH. Abdul Halim Kadu Peusing.

Untuk memuaskan dahaganya terhadap ilmu keagamaan, KH. Tubagus Muhammad Falak kemudian berangkat ke Makkah untuk menimba ilmu kepada para masyayikh di sana sekaligus melaksanakan rukun islam yang ke lima, yaitu haji ke baitullah. Kepergian beliau ke Makkah ditemani oleh gurunya, Syaikh Abdul Karim Banten. Di Makkah beliau nyantri selama kurang lebih 21 tahun dan berkesempatan pula untuk berziarah ke Makamna Sulthanul Auliya, Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani.  

KH. Falak Bogor: Waliyullah Besar di Masanya
Di Makkah ini beliau berkesempatan untuk thalabul ilmi kepada para ulama besar di masanya sebagai misal kepada Syaikh Nawawi Al-Bantani Al-Jawi, ulama besar nan kharismatik asal Tanara, Banten. Selain itu beliau juga menimba ilmu kepada Syaikh Manshur al-Madany, kepada Sayyid Amin Quthbi khusus untuk memperdalam ilmu hadits, kepada Sayyid Abdullah Jawawi khusus untuk ilmu tasawuf, kepada Sayyid Afandi Turuqi khusus untuk ilmu falak, Sayyid Ahmad Habasy dan Sayyid Umar Baarum untuk memperdalam ilmu fiqih, dan para ulama besar nan kharismatik lainnya. 

21 tahun tinggal di Makkah tak membuat KH. Tubagus Muhammad Falak melupakan tanah kelahirannya, Nusantara. Akhirnya setelah dirasa cukup dalam thalabul ilmi, beliau kembali ulang ke Jawa dan ternyata sesampainya di sana beliau melihat para penjajah telah banyak menguasai setiap sudut wilayah dan membuat masyarakat hidup dalam kesengsaraan. Akhirnya beliau pun mengadakan perlawanan dengan memimpin dan menggerakkan kelompok petani dan masyarakat lainnya. Setelah itu beliau kembali lagi ke Makkah pada tahun 1892 dan baru kembali lagi ke nusantara pada awal abad ke dua puluh.

Sekembalinya dari Makkah lagi, beliau kemudian memilih untuk berjuang melalui dakwah islamiyah. Akhirnya beliau pun mulai menjalankan dakwah beliau hingga ke pelosok negeri, hingga ke kota Bogor. Di Desa Pagentongan tepatnya, beliau pun membangun pondok pesantren Al-Falak. Desa Pagentongan itu sendiri terletak di sebelah Barat kota Bogor, urang lebih sekitar lima kilo meter dari Balai Kota Bogor. Desa Pagentongan terletak di kelurahan Loci, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Di sanalah pondok pesantren Al-Falak berada di di sana pula masjid al-Falak berdiri megah dan menjadi salah satu kebanggaan masyarakat muslim Bogor dan salah satu masjid tertua di sana yang menurut sejarah dibangun pada awal abad 20 masehi, tepatnya pada tahun 1901 masehi.

Selain konsen dalam pengembangan pesantren, KH. Tubagus Muhammad Falak juga mendirikan Nahdlatul Ulama cabang Bogor (PCNU Bogor). Di Bogor inilah kemudian beliau mulai membangun rumah tangga bersama seorang muslimah shalihah bernama Siti Fatimah. Dari pernikahannya ini beliau mendapatkan karunia seorang putra yang kelak meneruskan tugas dakwah beliau, yaitu KH. Tubagus Muhammad Thohir yang dikemudian hari dikenal sebagai ulama Bogor.

Lukisan KH. Tubagus Muhammad Falak
Sebagai ulama besar dan waliyullah besar KH. Tubagus Muhammad Falak dikenal pula memiliki karamah atau sesuatu hal yang diluar adat kebiasaan. Salah satu karomah beliau adalah beliau seringkali melakukan perjalanan singkat antara Pagentongan-Banten yang jaraknya sangat jauh. 

KH. Tubagus Muhammad Falak juga dikenal memiliki akhlak dan budi pekerti yang amat luhur. Menurut  penuturan KH. Zein Falak, KH. Falak merupakan seorang ulama besar, 'alim dalam ilmu agama, seorang wali yang dikasihi Allah, yang mana perawakannya kecil, namun kulitnya putih bersih berseri-seri memancarkan nur. Beliau juga dikenal sangat ramah dan senantiasa menampakkan senyuman khas kepada siapapun yang menyapa beliau. 

Masih menurut KH Zein Falak, KH. Tubagus Muhammad Falak memiliki tinggi badan sekitar 150 cm, dan ciri khas beliau selalu memakai udeng atau surban yang dililitkan di kepala. Tutur kata beliau sangat lembut namun sangat jelas. Beliau sangat dikagumi oleh para ulama besar lainnya, demikian para habaib yang merupakan para dzuriyah Rasulullah juga menaruh hormat kepada beliau, demikian pula dengan sahabat-sahabat beliau lainnya. Selain itu beliau senantiasa berbicara dalam bahasa Arab yang sangat fasih, sedangkan kalau kepada para santrinya dan tamunya beliau menggunakan bahasa Sunda atau bahasa Indonesia. Beliau juga dikenal sangat ketat dalam menjaga kebersihan dan dan kesehatan tubuh. Kebiasaan beliau diantaranya setiap pagi memakan dua telur ayam kampung, kemudian jalan-jalan sambil mengecek keadaan pondok pesantren, madrasah, majlis ta'im, masjid dan lingkungan sekitar.

Menurut KH. Zein Falak lagi, sebenarnya KH. Tubagus Muhammad Falak lebih tepat apabila dikatakan sebagai seorang sufi atau seorang ahli dzikir dan tarekat dibandingkan sebagai seorang ahli falak. Sebab setiap hari beliau tidak pernah lepas dari tasbih. Selain itu beliau juga senantiasa tak pernah lelah untuk mengingatkan para santri agar jangan sampai kering dari membaca dzikir, istighfar dan shalawat nabi. Selain itu beliau juga dikenal sangat dermawan kepada setiap orang dan memuliakan serta membantu tamunya yang datang membutuhkan pertolongan beliau. Namun begitu, apabila beliau kedatangan tamu yang memiliki niat tidak baik, maka beliau seolah-olah seperti orang yang tuli. Pernah suatu ketika beliau kedatangan tamu yang berniat meminta nomor togel kepada beliau. Pada saat orang tersebut mengutarakan maksud buruknya itu, KH. Falak bertanya berkali-kali kepadanya, seolah-olah seperti orang tuli, dan secara tiba-tiba beliau pun menyuruh orang tersebut pulang.

Lukisan KH. Falak
Demikianlah sekelumit peri kehidupan dari KH. Tubagus Muhammad Falak. Walaupun KH. Tubagus Muhammad Falak telah menjadi seorang pengasuh pesantren dan ulama besar di masanya, namun hal itu tidak menyurutkan perjuangan beliau dalam mengusir penjajah dan membangun nusantara tercinta ini. Selain menghabiskan usianya untuk dakwah, beliau juga terlibat langsung dalam perjuangan nasional. Selain itu beliau turut serta dalam pergerakan nasional. Hingga usia beliau mencapai 130 tahun tetap semangat dan tidak pernah menunjukkan kerapuhannya dalam berjuang. Bahkan perjuangan beliau semakin kuat dan gigih, baik sebelum kemerdekaan Indonesia maupun setelah kemerdekaan. 

Namun apa daya, manusia hanyalah makhluk Allah yang fana dan suatu hari pasti akan mendapatkan ketetapan untuk merasakan ajal. Demikian pula halnya dengan KH. Tubagus Muhammad Falak, beliau akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 130 tahun, tepatnya pada hari Rabu, 19 Juli tahun 1972 Masehi atau bertepatan pula dengan tanggal 8 Jumadal Akhir tahun 1392 Hijriyah. Semoga amal ibadah serta perjuangan beliau mendapatkan penerimaan dan ridha di sisi Allah, dan beliau mendapatkan balasan kebaikan berupa derajat kemuliaan di sisiNya dan surga yang kekal di dalamnya. aamiin aamiin Allaahumma aamiin.

20 komentar:

  1. Subhanallah mulia banget akhlaknya KH. Tubagus Muhammad Falak, perjuangannya melawan penjajah dan sebagai pendakwah patut di jadikan teladan..

    semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT.. Aamiiin ya Rabb

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar mbak arum...peri kehidupan kh. Tubagus Muhammad Falak memang penuh dengan kemuliaan dan teladan. Karena itu pantas apabila beliau merupakan seorang waliyullah

      Delete
  2. Subhanallah. Perjuangan dan kisah yang luar biasa. Inilah guru yang sebenarnya. Senang sekali bisa mengetahui biografi beliau. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah...perjuangan beliau memang sangat besar bagi bangsa ini... :)

      Delete
  3. luar biasa,ulama sepuh memang penuh karomah ya kang,usianya juga lama

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar mas rip...namun karomah bagi para wali merupakan fitnah. karena itu sangat sedikit para wali yang mengeluarkan karamah mereka. dan itu pun karena terpaksa untuk mentarbiyah umat ini :)

      Delete
  4. kalo menurut saya sieh kang,.,?
    semoga aja allah menurunkan pengganti ulama2 tedahulu,
    yang terus membuat islam berkembang dan bercahaya,.,

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin aamiin....semoga mati satu tumbuh seribu ulama :)

      Delete
  5. alhamdulilah memberi pencerahan baget artikel ini,.,?
    saya lebih leluasa megetahui ulama2 terdahulu yg belum pernah saya kenal,.

    ReplyDelete
  6. Senyumnya terlihat karismatik
    Tentu hatinya terjamin baik..

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar mbak anisayu...dari peraupan wajahnya saja sudah menenangkan apalagi hatinya...

      Delete
  7. muridnya saja hebat tingkat spiritualnya, apalagi gurunya ya "Subhanalloh"

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar mas tanjawa...muridnya saja seperti itu, apalagi gurunya :_)

      Delete
  8. Perjuangan Tubagus Muhanmad Falak memang luar biasa Ulama' besar dan benar benar bermanfaat panjang usia yang di amanatkan padaNya

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar mas mus...itulah yg dinamakan dengan kehidupan yang penuh berkah :)

      Delete
  9. Apa resep usianya itu selain takdir, ya? Berdecak saya mengeja bilangannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak sekali mbak...diantaranya senantiasa ridha dengan setiap ketentuan Allah, sehingga hatinya senantiasa tentram dan berdampak pada kesehatan tubuh...

      Delete
  10. indonesia banyak mempunyai kyai dan itu sangat kharismatik. pada lain hal, sebenarnya kyai ini harus dimuliakan untuk mendapat keberkahan hidup kita dan mendapat ilmu agamanya juga. makasih infonya kang

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar mas mbah...indonesia bisa dikatakan gudangny para ulama kelas dunia...namun karena saking tawadhu'nya, keulamaan mereka tenggelam dengan para ulama lain yang mudah diekspos media

      Delete