Sunday, November 22, 2015

Filled Under:

Baiat Thariqah dan Silsilah Thariqah

www.majeliswalisongo.com - Baiat Thariqah dan Silsilah Thariqah - Dalam postingan yang telah lalu admin telah menjelaskan bahwa dalam thariqah terdapat guru pembimbing yang diistilahkan dengan mursyid. (Baca tentang artikel tersebut di sini).  Dan sebagaimana diketahui pula bahwasanya mursyid atau syaikh mempunyai seorang wakil yang biasanya disebut sebagai badal atau seorang khalifah, yang sudah barang tentu seorang wakil tadi sudah harus mendapatkan persetujuan dari mursyidnya. Seorang wakil ini bertugas untuk memimpin gerakan thariqah di daerah-daerah tertentu oleh karena banyaknya pengikut thariqah yang tersebar di daerah-daerah lain.
Habib Luthfi bin Ali bin Yahya, Mursyid Beberapa Aliran Thariqah

Bagi seseorang yang ingin masuk dalam anggota kelompok thariqah, langkah wal yang harus ditempuh adalah mengikat dan mengikrarkan sebuah janji setia kepada mursyidnya. Janji tersebut disebut dengan bai'ah atau baiat. Dalam kesempatan janji setia itulah sang mursyid menyampaikan rahasia suluk atau amalannya. Dengan begitu kini seseorang tersebut telah menjadi salah satu ikhwan atau anggota sesama perkumpulan. 

Dalam buku Pesantren dan Pembaharuan, Nurchalis Madjid menyatakan, bahwa setiap pengikut thariqah harus mengetahui silsilah akan thariqah yang diikutinya itu. Hak ini dikarenakan ajaran thariqah diyakini sebagai berasal dari Tuhan maka sudah tentu ditempat yang paling atas dalam silsilah itu adalah Allah sendiri, kemudian turun kepada Malaikat Jibril yang bertugas menyampaikan kepada Rasulullah saw selaku anak tangan ketiga, dan dari Rasulullah saw diteruskan oleh salah satu sahabatnya. Dari salah satu sahabat nabi tersebut ajaran thariqah diwariskan kepada berikutnya berkelanjutan sedemikain rupa hingga membentuk matai rantai silsilah yang berujung kepada Kyai atau guru thariqah kemudian pengikut kemudian. Pengikut atau murid yang tidak diberi ijazah tidak boleh dan tidak diperkenankan untuk meneruskan ajaran itu kepada orang lain atau siapapun saja. Pelanggaran akan hal tersebut adalah merupakan pengkhianatan.

Adanya persoalan silsilah atau ijazah itu adalah akibat yang wajar dari adanya doktrin kerahasiaan. Doktrin tersebut bertitik tolak dari adanya suatu ajaran bahwa sesungguhnya Rasulullah saw datang ke dunia ini membawa dua macam ajaran yang umum dan yang khusus. yang umum adalah agama islam sebagaimana yang dianut oleh umat islam seluruhnya, sedangkan yang khusus adalah berupa ajaran tentang bagaimana cara mendekati Allah yang diterimakannya kepada salah satu sahabat yang berkenan di hati Rasul. Thariqah Qadiriyah umpamanya adalah tidak lain dari ajaran khusus Rasulullah saw kepada sayyidina Ali bin Abi Thalib, menantunya dan khalifahnya yang keempat. Ali mewariskan thariqah itu kepada anak turunnya sehingga sampai kepada Syaikh Abdul Qadir al-jailani dari Baghdad, seorang sufi yang terkenal itu. Thariqah-thariqah lain juga memiliki silsilah yang bersambung dengan salah satu sahabat Rasulullah saw. 

Berdasarkan adanya sambungan silsilah yang berbeda inilah maka akan dijumpai bahwa setiap aliran-aliran thariqah yang ada mempunyai kaifiyah amalan-amalan tersendiri. Walaupun anatara sekian banyaknya aliran thariqah mempunyai tujuan yang sama tetapi segi kaifiyah amalan tersebut beranekaragam, yang umpamanya adalah masalah dzikir. Ada thariqah yang meempunyai cara dzikir tertentu dengan menggunakan suara yang disebut dzikrul lisan, ada pula dzikir yang hanya diucapkan di dalam hati yang disebut dengan dzikrul qalbi. Ada pula dzikir yang diucapkan secara rahasia yang disebut dzikrus sirri. (Bersambung).

11 komentar:

  1. aliran tarikoat itu ada berapa gitu mas. apa aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya tidak mu'tabar ada banyak sekali, kalau yang mu'tabar dan diakui di indonesia ada 45

      Delete
    2. bisa dikatakan bahwa secara keilmuan dan silsilah dapat dipertanggungjawabkan hngga kepda rasulullah

      Delete
  2. saya belum begitu paham amat sama amalan tariqah mas, orang di saya juga pernah ada :) apkah orang yang gabung mesti para alim alim kah mas ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ndak harus yang aim...yang jelas sudah bisa menjalankan rukun islam dengan baik, istiqamah, dan punya niat/himmah kuat untuk menjalankan amaliyah orang2 thariqah

      Delete
  3. assalamualaikum pak ustadz.. lama tidak main-main ke blognya nih..
    bagaimana kabarnya pak ustadz?

    ReplyDelete
    Replies
    1. waalaikumussalaam...alhamdulillah mbak ana....gmana kabarnya ? :)

      Delete
  4. saya harus banyak belajar tentang tariqah ini tampaknya, kemarin ada yang bertanya tapi saya kurang paham maka saya kudu pahamkan dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. silakan dipahamkan mbak debe, semoga bermanfaat :)

      Delete