Tuesday, March 28, 2017

Doa Malam Pertama Rajab Milik Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani



Amalan Doa Bulan Rajab – Ketahuilah para sahabat sekalian bahwasanya bulan rajab merupakan bulan yang sangat agung, mulia dan termasuk salah satu bulan-bulan harom dalam islam. Di dalam bulan rajab ini umat islam dianjurkan untuk memperbanyak diri beribadah kepada Allah khususnya ibadah puasa sunnah, istighfar, taubat dari berbagai macam dosa dan di awal malam rajab juga dianjurkan memperbanyak doa kepada Allah ta’ala. 

Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Ada lima malam yang tidak tertolak doa yang dilantunkan di dalamnya, yaitu pada malam pertama bulan rajab, malam nisfu sya’ban, malam jumat. Malam idul fithri, dan malam nahar (HR. As-Suyuti rahimahullahu ta’ala dalam kitab al-Jami’ dari Ibn Asakir dari Abi Umamah Radhiyallahu ‘anhu).

Doa Malam Pertama Bulan Rajab

Sayyidi al-Quthb ar-Rabbani asy-Syaikh Abdul Qadir al-Jailani Radhiyallahu ‘Anhu telah menyebutkan dalam kitab al-Ghunyah sebagai berikut, “Sesungguhnya diantara yang dicari di dalam malam pertama bulan rajab adah berdoa dengan doa berikut ini:

اِلَهِي تَعَرَّضَ لَكَ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ المُتَعَرِّضُوْنَ وَ قَصَدَكَ القَاصِدُوْنَ وَ اَمَّلَ فَضْلَكَ وَ مَعْرُوْفَكَ الطَّالِبُوْنَ وَلَكَ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ نَفَحَاتٌ وَ جَوَائِزُ وَ عَطَاياَ وَ مَوَاهِبُ تَمُنُّ بِهَا عَلَي مَنْ تَشَاءُ مِنْ عِبَادِكَ وَ تَمْنَعُهَا مِمَّنْ لَمْ تَسْبِقْ لَهُ العِنَايَةُ مِنْكَ وَهَأَنَذَا عَبْدُكَ الفَقِيْرُ اِلَيْكَ المُؤَمِّلُ فَضْلَكَ وَ مَعْرُوْفَكَ فَإِنْ كُنْتَ يَا مَوْلَايَ تَفَضَّلْتَ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ عَلَي اَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ وَ جُدْتَ عَلَيْهِ بِعَائِدَةٍ مِنْ عَطْفِكَ فَصَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ وَجُدْ عَلَي بِطَوْلِكَ وَ مَعْرُوْفِكَ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ

Ilaahii ta’arradho laka fii haadzihil lailati al-Muta’arridhuun w ammala fadhlaka wa ma’ruufaka ath-Thaalibuun wa laka fii haadzihil lailati nafahaatun wa jawaaizun wa ‘athaayaa wa mawaahibu tamunnu bihaa ‘alaa man tasyaa-u min ‘ibaadika wa tamna’uhaa mimman lam tasbiq lahul ‘inaayatu minka wa haa-anadzaa ‘abdukal faqiiru ilaika al muammilu fadhlaka wa ma’ruufaka fa in kunta yaa maulaaya tafadhdhalta fii haadzihil lailati ‘alaa ahadin min khalqika wa judta ‘alaihi bi ‘aaidatim min ‘athfika fa shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa aalihii wa shahbihi wa jud ‘alayya bi thoulika wa ma’ruufika yaa rabbal ‘aalamiin.

Demikianlah doa milik Sayyidina Syaikh Abdul Qadir al-Jailani Radhiyallaahu 'Anhu yang sangat baik untuk dibaca di bulan rajab yang mulia ini. Semoga bermanfaat bagi sedulur muslim semua dan semoga di bulan rajab tahun 2017 yang insya Allah jatuh pada tanggal 29 Maret 2017 ini kita dapat memaksimalkan ibadah kita kepada Allah dan kita bisa beribadah kepadaNya dengan setulus dan seikhlas hati kita dan semoga mendapatkan penerimaan dan ridha Allah. Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil 'Aliyyil 'Adziim..



Monday, March 27, 2017

Kemanakah Perginya Ruh Manusia Setelah Meninggal



KEMANAKAH PERGINYA RUH SETELAH MENINGGAL ----- Ada satu pertanyaan menarik yang seringkali diutarakan yaitu tentang kemanakah perginya ruh orang yang telah meninggal dunia itu ? Pertanyaan menarik ini sepertinya bagus untuk kita jawab bersama-sama sesuai dengan penjelasan dari para ulama sholihin. Nah, karena itulah pada kesempatan kali ini admin akan sedikit memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut dengan mengacu pada kitab Ianatuth Tholibin Juz 2 halaman 179.

Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa setelah merasakan kematian manusia akan melanjutkan perjalanan mereka ke alam selanjutnya yaitu alam kubur di mana di alam ini ruh telah terpisah dengan tubuh yang telah dikubur pada liang kubur. Ruh ini kemudian dengan izin Allah berpindah ke alam lain yang termasuk ke alam ghaib dan berada pada tempatnya sesuai dengan amal perbuatan ketika ia hidup di dunia.

Dalam kitab Ianatuth tholibin dijelaskan sebagai berikut:

Ketahuilah (Sesungguhnya ruh itu di bagi menjadi lima, yaitu: Ruh para nabi, ruh para syuhada’, ruh orang-orang mukmin taat, ruhnya orang-orang mukmin yang maksiat, dan ruhnya orang-orang kafir.

Adapun ruhnya para nabi maka ketika telah keluar dari jasadnya maka ruh itu kembali pada bentuknya yaitu seperti misik dan kapur barus. Ruh tersebut berada di surga, makan dan menikmati berbagai macam kenikmatan di dalamnya. setiap malam ruh tersebut istirahat dengan bergantung pada sebuah lampu yang berada di bawah arsy.

Adapun ruhnya para syuhada ketika keluar dari jasadnya maka Allah meletakkannya pada lambung burung-burung surga berwarna hijau yang terbang ke sana kemari di sungai-sungai surga.  Mereka makan dari buah-buahan surga, minum dari air-air surga, dan istirahat pada lampu emas yang tergantung di bawah naungan arys. Demikianlah sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Adapun ruh orang-orang mukmin yang taat maka mereka berada di taman surga. Ruh tersebut tidak makan dan tidak menikmati kenikmatan yang ada di dalam surga namun ruh tersebut hanya memandang surga saja.

Adapun ruh orang mukmin yang berbuat maksiat maka ruh tersebut berada di udara di antara langit dan bumi

Adapun ruh orang-orang kafir maka ruh tersebut berada di dalam perut burung-burung berwarna hitam di sijjin (tahanan), adapun tempat sijjin tersebut  berada di perut bumi.

Demikianlah keadaan ruh-ruh orang yang sudah meninggal dan tempat tinggal mereka selama berada di alam kubur atau alam ghaib setelah kematian. Semoga bermanfaat. Aamiin. 

(Dikutip Dari Kitab Ianatuth Tholibin, juz 2, hal. 179)

 Penerjemah: Muhammad Zaairul Haq


JUAL KITAB

BERITA

BIOGRAFI