Tuesday, January 17, 2017

Khasiat ayat Hasbalah dan Asma' Kadigdayaan Jaljalut

Khasiat surah Ali Imran ayat 173 - 174

surat ali imran 173-174

الذين قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللَّهِ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيم

Barangsiapa yang menginginkan agar Allah memberinya kecukupan. melindunginya dari segala hal serta menjaganya darisegala upaya buruk makhlukNya, memberinya pertolongan, me- nanamkam kecintaan di dalam hati hamba-hamba-Nya serta Allah mencurahkan kelebihan kepadanya, maka hendaknya setiap hari membaca : "HASBUNALLAHU WA NI‘MAL WAKIILU" menurut jumlah hurufnya,yaitu empat ratus lima puluh  (450 x). Siapa yang sudah membaca tiap-tiap sehari semalam sejumlah hitungan di atas, lalu disusulnya dengan bacaan ayat :

فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ

fanqalabuu bini'matin minallahi wa fadhlin lamyamsashum suu'

sebanyak enam kali ( 6 x ), kemudian ketujuh kalinya membaca :

وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللَّهِ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيم

wattaba'uu ridhwaanallahi,wallahu dzu fadhlin azhiim 1x

niscaya ia berada dalam lindungan Allah yang kokoh dan dalam jaminan Allah yang tidak disia siakan. Di samping ia akan disenangi dan dikasihi dalam segala gerak-geriknya dan dalam keadaan diamnya. Masih ditambah lagi dia akan dijaga dari segala perkara yang menyakitkan, bi idznillah.

Ijazah dari sayyidil Ustadz Yusron di Forum Ilmu Hikmah

≠=====================================================

asma kedigdayaan jaljalut

سَأَلْتُكَ بِالإِسْمِ الْمُعَظَمِ قَدْرُهُ             بِآجٍ اَهُوْجٍ جَلَّ جَلْيُتٍ جَلْجَلَتْ
وَرَدْتُ بِيَدِهِ الْعُقْدَةَ اَيْدِيْهِمْ وَاَرْجُلَهُمْ وَاسْتَعَنْتُ بِاللّٰهِ وَكَفَى بِاللّٰهِ وَكِيْلاَ حٰمۤ اَمَامِى حٰم يَمِيْنِى حٰمۤ ثِمَالِى حٰم وَرَائِ حٰمۤ فَوْقِى حٰمۤ تَحْتِى وَبِاَلْفِ اَلْفِ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللّٰهِ الْعَلِىِّ الْعَظِيْمِ

tata cara :

puasa 7 haru tidak boleh makan makanan yang bernyawa atau yang dikeluarkan oleh hewan yang bernyawa
dibaca setelah shalat 21 kali,tengah  malam 41 kali atau 313 kali atau 1000 kali

setelah puasa asma dibaca setelah Magnb dan Shubuh 7 x

anti senjata tajam
tolak peluru
pukulan dll

Ijazaj dari Sayyidil Ustadz Yusron di Forum Ilmu Hikmah

=============================================

*AMALAN PAGAR DIRI DARI ORANG DZALIM*

Sebagian ulama mengajarkan apabila kita ingin selamat dari kejahatan orang dzalim atau terjauh dari keburukan maka salah satu amalan yg bisa diamalkan adalah dengan istiqamah melakukan sholat sunnah qabliyah subuh. Rokaat pertama bakda al fatihah membaca surah al insyirah dan rakaat kedua bakda al fatihah membaca surah al fiil...insya Allah aman dari keburukan dan orang dzalim pada hari tersebut


Kitab al fawaid

===================================================

RENUNGAN BERSAMA

TUJUH INDIKATOR KEBAHAGIAAN DI DUNIA
----------------------------

1. QOLBUN SYAKIRUN (hati yang selalu bersyukur).
Artinya selalu menerima apa adanya (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur.(QS 13:28, 2:152, 16:18, 34:14, 55:13, 14:7)

2. AL-AZWAJU SHALIHAH (pasangan hidup yang sholeh).
Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan, suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula (QS 51:49, 17:32, 24:32, 24:26)

3. AL-AULADUL ABRAR (anak yang sholeh/sholehah).
Do'a anak yang sholeh kepada orangtuanya dijamin dikabulkan Allah SWT, berbahagialah orangtua yang memiliki anak sholeh/sholehah (QS 17:23, 31:14, 46:15, 29:8, 25:74).

4. AL-BI'ATU ASSHOLIHAH (lingkungan yang kondusif untuk iman kita).
Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang² sholeh yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila kita salah (QS 4:69, 51:55, 26:214, 5:2).

5. AL-MALUL HALAL (harta yang halal).
Bukan banyaknya harta tapi halalnya harta yang dimiliki. Harta yang halal akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi bersih, suci dan kokoh sehingga memberi ketenangan dalam hidup. Berbahagialah orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya (QS 2:267, 43:36-37, 2:269, 2:155)

6. TAFAKUH FID-DIEN (semangat untuk memahami agama).
Dengan belajar ilmu agama, akan semakin cinta kepada agama dan semakin tinggi cintanya kepada Allah SWT dan Rasulnya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya (QS 45:20, 3:138, 5:16, 4:174, 2:269).

7. UMUR YANG BAROKAH
Artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, setiap detiknya diisi dgn amal ibadah. Semakin tua semakin rindu untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Inilah semangat hidup orang² yang barokah umurnya (QS 2:96, 35:37, 36:68, 225)











Saturday, January 7, 2017

Pengertian Kalam dalam Ilmu Nahwu



Pengertian Kalam dalam Ilmu Nahwu – Ngaji Kitab syarah mukhtashar jiddan - Pembahasan kalam dalam kitab Syarah Mukhtashar jiddan – Berikut ini pembahasan tentang kalam menurut Sayyid Ahmad Zaini Dahlan dalam kitab beliau Syarah Mukhtashar Jiddan, sebuah kitab syarah terhadap kitab matan al-Ajrumiyah buah tangan al-Imam Shanhaji yang membahas ilmu nahwu atau tata bahasa Arab. 


الكَلَامُ هُوَ اللَّفْظُ المُرَكَّبُ المُفِيْدُ بِالوَضْعِ. يَعْنِي اَنَّ الكَلَامَ عِنْدَ النَّحْوِيِّيْنَ هُوَ اللَّفْظُ اِلَي اَخِرِهِ. فَا اللَّفْظُ هُوَ الصَّوْتُ المُشْتَمِلُ عَلَي بَعْضِ الحُرُوْفِ الهِجَائِيَّةِ كَزَيْدٍ فَإِنَّهُ صَوْتٌ اِشْتَمَلَ عَلَي بَعْضِ الحُرُوْفِ (الزَّايِ وَاليَاءِ وَالدَّالِ). فَإِنْ لَمْ يَشْتَمِلْ عَلَي بَعْضِ الحُرُوْفِ كَصَوتِ الطَّبْلِ فَلَا يُسَمَّي لَفْظًا. فَخَرَجَ بِاللَّفْظِ مَا كَانَ مُفِيْدًا وَلَمْ يَكُنْ لَفْظًا كَالإِشَارَةِ وَالكِتَابَةِ وَالعَقْدِ وَالنُّصْبِ فَلَا يُسَمَّي كَلَامًا عِنْدَ النُّحَاةِ

Kalam, atau jumlah mufidah, atau kalimat sempurna, adalah lafadz yang tersusun yang berfaidah serta sengaja disusun. Maksudnya bahwasanya kalam menurut ulama nahwu adalah al-lafdzu….dst. adapun lafal adalah suara atau ucapan yang mengandung sebagian huruf hijaiyah, misalnya seperti kata Zaid. Kata ini terdiri dari sebagian huruf hijaiyah yaitu huruf za’, ya’, dan dal. Jika suatu kata tidak terdiri dari sebagian huruf hijaiyah seperti suara kendang maka tidak dapat disebut sebagai lafadz.  Tidak termasuk sebagai lafal apa saja yang dapat memberikan pengertian namun tidak berupa lafal, misalnya bahasa isyarat, tulisan, akad, dan tugu. Menurut ulama nahwu hal-hal tersebut tidak dapat dinamakan kalam.

وَالمُرَكَّبُ مَا تَرَكَّبَ مِنْ كَلِمَتَيْنِ فَأَكْثَرَ كَقَامَ زَيْدٌ وَ زَيْدٌ قَائِمٌ. وَالمِثَالُ الأَوَّلُ فِعْلٌ وَ فَاعِلٌ وَ كُلُّ فَاعِلٍ مَرْفُوْعٌ وَ المِثَالُ الثَّانِي مُبْتَدَأٌ وَ خَبَرٌ.وَ كُلُّ مُبْتَدَإٍ مَرْفُوْعٌ بِالإِبْتِدَاءِ وَ كُلُّ خَبَرٍ مَرْفُوْعٌ بِالمُبْتَدَإِ. وَ خَرَجَ بِالمُرَكَّبِ المُفْرَدُ كَزَيْدٍ فَلَا يُقَالُ لَهُ كَلَامٌ اَيْضًا عِنْدَ النُّحَاةِ.

Adapun yang dimaksud dengan murokkab atau tersusun adalah kalimat yang tersusun dari dua kata atau lebih, misalnya: Qaama Zaidun (Zaid telah berdiri), dan Zaidun Qaaimun (Zaaid berdiri). Pada contoh pertama, tersusun dari fi’il dan fa’il, dan setiap fa’il harus dimarfu’. Adapun contoh kedua merupakan susunan mubtada’ dan khobar, dan setiap mubtada’ harus dimarfu’ dengan ibtida’ (dimarfu’ karena berada pada permulaan atau pokok kalimat), dan setiap khobar harus dimarfu’ dengan mubtada’. Tidak termasuk murakkab atau tersusun adalah kata mufrod (masih lepas dan belum tersusun) seperti “Zaid” saja. Maka satu kata ini belum dikatakan murakkab dan karenanya tidak menurut ulama nahwu tidak dapat dikatakan sebagai kalam.

وَ المُفِيْدُ مَا اَفَادَ فَائِدَةً يَحْسُنُ السُكُوْتُ مِنَ المُتَكَلِّمِ وَالسَّامِعِ عَلَيْهَا كَقَامَ زَيْدٌ وَ زَيْدٌ قَائِمٌ فَإِنَّ كُلًّا مِنْهُمَا اَفَادَ فَائِدَةً يَحْسُنُ السُّكُوْتُ عَلَيْهَا مِنَ المُتَكَلِّمِ وَالسَّامِعِ وَهِيَ الإِخْبَارُ بِقِيَامِ زَيْدٍ فَإِنَّ السَّامِعَ اِ     ذَا سَمِعَ ذَلِكَ لاَ يَنْتَظِرُ شَيْئًا اَخَرَ يَتَوَقَّفُ عَلَيْهِ تَمَامُ الكَلَامِ وَ يَحْسُنُ اَيْضًا سُكُوْتُ المُتَكَلِّمِ

Kalam mufid adalah perkataan yang memberikan pengertian sempurna bagi pembicara dan pendengarnya sehingga mereka diam karena sudah jelas. Misalnya, Qooma Zaidun (Zaid telah berdiri), dan Zaidun Qaaimun (Zaid berdiri). Dua contoh ini memberikan pengertian sempurna sehingga pendengar terdiam dan tidak membutuhkan keterangan lain sebagai penyempurna. 


وَ خَرَجَ بِالمُفِيْدِ المُرَكَّبُ غَيْرُ المُفِيْدِ نَحْوُ: غُلَامُ زَيْدٍ, مِنْ غَيْرِ اِسْنَادِ شَيْءٍ اِلَيْهِ, وَ اِنْ قَامَ زَيْدٌ,

Tidak termasuk kalam mufid adalah susunan kata-kata yang tidak mufid, misalnya : Ghulaamu zaidin (Anak zaid), tanpa memberikan keterangan lainnya tentang dia. Contoh lagi, “In qaam Zaidun” (Jika Zaid berdiri).

فَإِنَّ تَمَامَ الفَائِدَةِ فِيْهِ يَتَوَقَّفُ عَلَي ذِكْرِ جَوَابِ الشَرْطِ فَلَا يُسَمَّي كُلٌّ مِنَ المِثَالَيْنِ كَلَامًا عِنْدَ النُّحَاةِ.

Kesempurnaan pengertian pada contoh di atas tergantung pada penyebutan jawabusy syarthinya yang pada contoh di ats tidak ada. Karena itu lah dua contoh di atas tidak dapat disebut sebagai kalam menurut ulama ahli nahwu

وَ قَوْلُهُ بِالوَضْعِ فَسَّرَهُ بَعْضُهُمْ بِالقَصْدِ فَخَرَجَ غَيْرُ المَقْصُوْدِ كَكَلَام ِالنَائِمِ وَالسَّاهِي فَلَا يُسَمَّي كَلَامًا عِنْدَ النُّحَاةِ. وَ بَعْضُهُمْ فَسَّرَهُ بِالوَضْعِ العَرَبِي فَخَرَجَ كَلَامُ العَجَمِ كَالتُّرْكِ وَ البَرْبَرِ فَلَا يُسَمَّي كَلَامًا عِنْدَ النُّحَاةِ.

Adapun perkataan pengarang “Bil wadh’I” maka menurut sebagian ulama nahwu maksudnya adalah “bil qashdi” (dengan maksud/kesengajaan). Karena itu tidak termasuk kalam seperti kalamnya orang yang tengah tidur atau mengigau dan perkataan orang lupa atau latah, maka tidak bisa dinamakan kalam menurut ahli nahwu

مِثَالُ مَا اجْتَمَعَ فِيْهِ القُيُوْدُ الأَرْبعَةُ: قَامَ زَيْدٌ وَ زَيْدٌ قَائِمٌ. فَالمِثَالُ الأَوَّلُ فِعْلٌ وَ فِاعِلٌ وَالثَّانِي مُبْتَدَأٌ وَ خَبَرٌ وَكُلٌّ مِنَ المِثَالَيْنِ لَفْظٌ مُرَكَّبٌ مُفِيْدٌ بِالوَضْعِ فَهُوَ كَلَامٌ

Contoh yang memenuhi empat syarat bagi kalam adalah “Qaama Zaidun”, “Zaidun Qaaimun”. Contoh pertama terdiri dari fi’il dan fa’il, sedangkan contoh kedua terdiri dari susunan mubtada’ dan khobar. Dan dua contoh tersebut merupakan lafadz, tersusun, berfaidah, dan disengaja, maka contoh tersebut dinamakan kalam.
 

JUAL KITAB

BERITA

BIOGRAFI